Kamis, 02 Maret 2023

Perjalanan Pendidikanku

 Muhammad Dimas Effendy (24)

10 Dkv 2 



Nama saya Muhammad Dimas Effendy, saya memulai pendidikan di Jakarta pada tahun 2012 yaitu pada saat itu masih menempuh Taman Kanak-kanak (TK). Disaat saya menempuh TK, saya masih malu malu bahkan saat masuk kelas saja saya harus didampingi oleh mama saya, jika saya tidak mau masuk kelas mama saya akan membujuknya dengan memberi permen. Pada saat umurku menginjak 6 tahun sekolah TK saya merayakannya bersama keluarga saya, mungkin hari itu termasuk hari terbaik sepanjang masa bagi saya. Setelah menginjak 6 tahun, saya meminta untuk sunat. Setelah sunat saya dan keluarga saya merencanakan pindah rumah ke daerah Tangerang dan disitu lah pendidikan Sekolah Dasar (SD) ku dimulai. 


Setelah berbenah barang-barang pindahan, keesokan harinya saya mencari sekolah SD di daerah Tangerang. Namun di sekitar rumah saya jarang terdapat sekolah dasar negeri, terpaksa saya daftar di SD swasta yaitu MI Al-Layyinah yang berada tidak jauh dari rumah. Tepat pada tanggal 13 Juli 2013, saya mulai memasuki masa kelas 1 SD. Sama dengan TK untuk masuk kelas saja saya masih harus didampingi oleh mama saya, setelah di dampingi oleh mama saya seseorang dari kelas saya menghampiri saya dan mengajak kenalan. Seingat saya dia bernama Fathur, dia menjadi teman pertama saja di SD. Pada saat SD kelas 1 bisa dibilang saya berprestasi karena mendapatkan ranking 3 besar.

(time skip) KELAS 2


Tiba lah dikenakan kelas, kini saya menduduki kelas 2, di kelas 2 saya sudah mulai mudah mendapatkan teman. Saya jadi semakin aktif dalam kegiatan di dalam kelas, apalagi kebetulan wali kelas saya adalah tetangga saya, tidak jarang juga orang tua saya menitipkan saya untuk pulang bareng bersama wali kelas saya dikarenakan kedua orang tua saya sibuk. Di kelas 2 saya juga masih bisa dibilang sebagai murid berprestasi karena mampu bertahan di ranking 1-4 besar. Namun saat ujian kenaikan kelas saya hanya mampu bertahan di ranking 5. Tiba lah saat dimana aku naik kelas 3, bisa dibilang saya dapat wali kelas yang sedikit judes. Di kelas 3 teman saya bertambah banyak sekali, namun hanya ada 4 orang yang begitu dekat dengan saya Ghassan, Ari, Asep, Daffa.

(time skip) KELAS 4


Di kelas 4 teman dekat saya Daffa dia memilih untuk pindah sekolah ke Jakarta, kini teman dekat saya tersisa Ghassan, Ari, Asep. Di kelas 4 disitu pertama kali saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi ketua kelas. Tiba dimana akan ada ujian tengah semester (UTS). Namun sialnya pada sebelum saat UTS itu dilaksanakan, aku terkena penyakit cacar yang menyebabkan saya harus mengikuti susulan ujian. Karena saya cacar, saya terpaksa bertahan di ranking 15. Namun pada saat ujian akhir semester (UAS), saya kembali menduduki ranking 5 besar.




KELAS 5


Tiba lah dimana saya menduduki kelas 5, lagi-lagi saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi ketua kelas. Kelas 5 juga pertama kali dimana kelas itu dipisah, jadi saya dengan Ghassan, Ari, Asep terpaksa pisah kelas. Di kelas 5 saya masih mempunyai teman dekat yang lumayan pintar, dimana persaingan belajarnya lumayan seru. Pada UTS teman dekat saya memperoleh ranking 1 dan aku hanya tertahan di ranking 4, namun pada saat UAS saya berhasil membalasnya dengan giat belajar, saya berhasil menduduki ranking 2 dan teman saya ranking 3.


Persaingan masih berlanjut di kelas 6 dan lagi lagi saya mendapatkan kepercayaan menjadi ketua kelas, bedanya di kelas 6 saya mendapatkan wali kelas super killer di sekolah dasar saya yang kebetulan guru itu juga guru mata pelajaran matematika. Pada saat kelas 6 bisa dibilang immune tubuh saya sangatlah lemah, yang berarti pada saat kelas 6 saya gampang sekali terkena penyakit. Namun karena lingkungan teman saya yang begitu asik, saya sangat menikmatinya.


Tibalah dimana saya mulai mencari sekolah menengah pertama (SMP), orang tua saya menuntut saya agar mendapatkan sekolah negeri. Akhirnya saya mencoba mendaftar di SMPN 5 Curug, yang bisa dibilang di sekolah itu peluang saya untuk masuk sangatlah besar karena sekolah itu baru saja ada pada saat itu juga. 


Di terima lah saya di SMPN 5 Curug, disitu lah pendidikan Sekolah Menengah Pertama saya di mulai. Di hari pertama masuk sekolah saya rasa lingkungan pergaulannya masih sama dengan SD saya, bisa dibilang di SMP semua berteman baik dengan saya, namun belum ada 2 semester, sekolah diliburkan selama 2 minggu dikarenakan menyebarnya virus Covid-19. Yang mengharuskan saya belajar di rumah (daring). namun ternyata libur 2 minggu tidaklah cukup dikarenakan penyebaran virus Covid-19 semakin merajalela di seluruh Indonesia.


Pada saat kelas 8 kerjaan saya hanya di rumah, dikarenakan masih adanya penyebaran virus Covid-19, yang saya lakukan di rumah pada saat itu hanya bangun pagi, absen kelas, mengerjakan tugas apabila ada tugas, lalu melakukan pembelajaran melalui zoom/google meet. Dengan kebiasaan saya yang seperti itu pada saat pandemic membuat hasil raport kelas 8 saya tidak ada tugas yang terlewat.


Tiba dimana aku menduduki kelas 9, di kelas 9 sudah mulai kembali melakukan pembelajaran di sekolah walaupun dilakukan dengan sistem sesi 1 dan sesi 2. Di kelas 9 lagi lagi aku terpilih menjadi ketua kelas. Di kelas 9 saya menjadi sedikit pemalu karena terbiasa di rumah, namun saya masih berteman baik dengan teman teman saya. Bisa dibilang kelas 9 adalah masa tersebut juga bagi saya dikarenakan setelah melakukan Ujian Nasional, SMP saya merencanakan wisuda di luar kota yaitu Bandung.


Setelah kelulusan SMP, saya langsung merencanakan untuk mencari sekolah selanjutnya, yang dimana saya tertarik dengan SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Dan kini saya berhasil memasuki SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Kini saya sedang mengerjakan tugas yang diberikan guru Informatika saya.

TAMAT.


Video Profile Pribadi